Senin, 07 Februari 2011

JEPARA KUDUS SEMARANG

Libur semester di awal kuliah memang sudah lama di tunggu oleh para mahasiswa yang mulai jenuh dengan aktivitas Kuliah. Mulai dari merencanakan kegiatan, perjalanan, dan tempat yang akan di kunjungi. Akan lebih asyik lagi kalau beramai - ramai dengan teman.

Kebetulan saja, waktu itu FOTKOM 401 organisasi yang saya ikuti akan mengadakan tamasya ke 3 kota. Jepara, Kudus, Semarang pada tanggal 4, 5, 6 Februari. Di awali ke kota Jepara, di sana kami menginap di sebuah home stay / penginapan di daerah Pantai Kartini.
Jepara terkenal akan hasil kayu ukirnya. Mulai dari furniture seperti, meja, kursi, almari, pintu dll. Kami sempat mengunjungi beberapa pengrajin kayu ukir yang sedang membuat kerajinan.

Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta




Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


Dari Perantauan Hidup Di Yogyakarta


setelah itu perjalanan kita lanjutkan ke Kampung Nelayan mash di jepara. Kami berkunjung ke Kampung nelayan dan mempelajari kehidupan para nelayan. Mulai dari saat sedang melaut maupun tidak melaut. Kami bertemu dengan ketua paguyuban dan sejumlah anak kecil yang sedang bermain di daerah tersebut.




setelah dari kampung nelayan sekitar jam 5 sore, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat karena keesokan hari harus melanjutkan perjalanan ke Semarang, Kudus dan kembali ke Yogyakarta.
Sebelum meninggalkan penginapan, kami melakukan foto bersama untuk mengenang apa yg telah terjadi di penginapan tersebut

Di tengah perjalanan kami di hambat oleh jalan yang banjir, karena hujan deras yang mengguyur semalan di daerah Jepara. Dengan hati - hati supir bus kami melewat jalan yang banjir. Si kernetpun lalu nylekop "wah memang ini bis amfibi ya. banjir yang lumayan tinggi jga bisa di lewati". kami yang mendengar itu lalu tertawa karena perkataan si kernet

setelah melewati beberapa titik banjir, kami sampai di Kota Kudus. Di sini kami mengunjungi mesjid sunan Kudus dan di lanjutkan ke Kota lama. Kami turun di sebuah terminal yang penuh dengan tukang becak dan tukang ojek. Dari terminal sampai ke Masjid berjarak 700 meter dan ditempuh dengan jalan kaki. Sesampai di Masjid, tidak lupa saya menunaikan ibadah sholat Dzuhur dan di jama' dengan sholat Ashar.



Setelah puas dengan berkunjung ke Mesjid Menara Kudus, kami kembali jalan kaki ke terminal. Apadaya kaki sudah capai, dan kebetulan saja rombongan saya di hadapkan dengan rombongan tukang becak. Dan cepat saja kami semua menawar harga dan langsung menaiki becak untuk kembali ke terminal. Becak yang kami tumpangi ternyata terobsesi dengan balapan becak. Walaupun jalan tidak begitu bagus, berlubang dan banyak kubangan, tetap saja hajar blehh. Tiba - tiba teman kami dari blakang ada yang naik ojek ber2. jadi 1 motor berisi 3 orang dewasa (edann).

Kami melanjutkan perjalanan kami ke Semarang dan langsung menuju Kota Lama. Entah kenapa, bis yang kami tumpangi tidak dapat berjalan mundur. dan walhasil laki - laki harus mendorong bis itu mundur .

Sebentar saja di sana, lalu kami menuju daerah Tugu Muda, dan mampir ke Lawang Sewu. Ternyata kami bertemu dengan klub foto dari UNDIP. Kami mampir sebentar kira - kira sampai jam 9 malam. Setelah bercengkrama cukup lama, kami memutuskan kembali ke Bis yang kita sewa dan kembali ke yogyakarta.
Sekitar jam setengah 12 malam, kami sampai di jogja dengan selamat :)