Sahabat Friendster
Di awali oleh sebuah media sosial di internet, dimana semua orang dapat berbagi informasi dan pengalaman yang mereka miliki. Dapat mengupload dan mengunduh, berbagi foto dan lainnya. Friendster adalah salah satu media sosial terbesar pada saat itu, telah memberikan kontribusinya di dunia pertemanan.
Sebagai pengguna, saya dapat menambah teman saya hingga ke negara yang mungkin saya belum dengar sebelumnya. Mencoba berkenalan dengan user lain dan berbincang banyak sangat menyenangkan. Via adalah salah satu teman saya dari Friendster yang saya kenal dari bangku SMP. Dia adalah peranakan Indonesia tetapi hidup di negara Malaysia. Via juga memiliki kakak kandung bernama Dian.
Saling bertukar info dan kabar dari situs ini sangat menyenangkan. Bertukar gambar, cerita, bahkan bertukar nomor handphone pun kamu lakukan. Sampai suatu saat muncul sebuah media sosial baru Facebook dan Twitter. Sudah 6 tahun lebih kami kenal tapi tanpa pernah satu kalipun kami bertatap muka. Saya dan Via sekarang sudah menginjak semester 6 di bangku perkuliahan. Dia kuliah di IPB jurusan Komunikasi Pertanian dan saya sendiri kuliah di UPN V Yogyakarta jurusan Komunikasi.
Saat sedang asyik melihat timeline Twitter yang cukup ramai, ada Via sedang membuat status dan ternyata dia mau pergi ke Solo. Dengan nada bercanda lalu saya mention untuk mampir ke Yogya dan dia mengiyakan dan tidak lupa membawa serta kakaknya.
Sebagai pengguna, saya dapat menambah teman saya hingga ke negara yang mungkin saya belum dengar sebelumnya. Mencoba berkenalan dengan user lain dan berbincang banyak sangat menyenangkan. Via adalah salah satu teman saya dari Friendster yang saya kenal dari bangku SMP. Dia adalah peranakan Indonesia tetapi hidup di negara Malaysia. Via juga memiliki kakak kandung bernama Dian.
Saling bertukar info dan kabar dari situs ini sangat menyenangkan. Bertukar gambar, cerita, bahkan bertukar nomor handphone pun kamu lakukan. Sampai suatu saat muncul sebuah media sosial baru Facebook dan Twitter. Sudah 6 tahun lebih kami kenal tapi tanpa pernah satu kalipun kami bertatap muka. Saya dan Via sekarang sudah menginjak semester 6 di bangku perkuliahan. Dia kuliah di IPB jurusan Komunikasi Pertanian dan saya sendiri kuliah di UPN V Yogyakarta jurusan Komunikasi.
![]() |
| Photo from HootSuite |
Dan janjianlah kamu bertemu di Yogyakarta keesokan harinya. Berhubung saya sangat amat suka yang namanya tidur, akhirnya saya bangun siang dan baru sadar kalau mau bertemu Via dan kakaknya hari itu. Saat itu hari Kamis, 7 Februari 2013 akhrinya kami bertemu di sebuah rumah makan sederhana bernama Gudeg Plengkung, jalan KS TUBUN masih di daerah malioboro. Ternyata mereka bersama tante mereka dan ternyatanya lagi Mbak Dian ke Yogyakarta dalam rangka melihat rumah mereka dan membuat SIM. LOL.Oke, akhirnya kami bertemu dan berbincang sebentar sembari melepas rasa penasaran karena ini adalah kali kami bertemu.
![]() |
| Rumah Makan Gudeg Plengkung |
Keesokan harinya saya membawa teman saya yang bernama Rifki tapi sering di panggil Kancil untuk menemaniku pergi dengan mereka. Hari Jumat tanggal 8 Februari 2013 kami membuat janji setelah sholat jumat saya dan kancil akan mengantar mereka jalan di Yogyakarta. Pertama kami mengajak mereka ke Mirota batik dan makan di restoran Oyot Godhong yang berada di lantai atas toko tersebut.
![]() |
| Oyot Godhong Resto |
oke lanjut, setelah di rasa cukup lama, saya dan kancil mengajak Via dan kakaknya pergi ke sebuat tempat wisata Taman Sari Water Castle. Dan terlihatlah sifat asli Via yang blakblakan. Membuat saya sedikit ilfeel dan bertanya ke mbak Dian " ini adekmu mbak ? " LOL
Mulai memasukin kawasan Taman Sari dan kami belok kiri ke arah kolam yang sebelah selatan dan akan ada tangga keatas. Melihat begitu banyak coretan Via berlagak seperti ingin menulis di dinding itu juga.
karena mbak dian sudah merasa sedikit lelah maka kami beristirahat sebentar sembari melihat pemandangan dari jendela yang berada di lantai atas tersebut.
lalu kami turun dan menuju pintu di depan tangga. Melihat kolam air yang berada di sana, tanpa pikir panjang dia melepas sepatu yg ia kenakan dan mulai memasukkan air dan bermain air sedikit
sebentar saja main air kami melanjutkan berkeliling taman sari hingga Pulo Cemeti dimana para Selir dulu tinggal. sebelum sampai kesana, kami menyempatkan untuk foto bersama.
Menuju Pulo Cemeti, kami melewati kampung luksian yang berada tidak jauh dari Water Castle disana.
kami menuju mesjid bawah tanah terlebih dahulu dan melakukan ritual foto - foto.
sampai kita di pulo cemeti. tempat yang sejuk serta dapat beristirahat di sana, kami memutuskan untuk beristirahat lagi sembari menikmati suasana dan angin sejuk yang menghampiri. tidak lupa melakukan kewajiban seperti biasa yaitu foto - foto.
Menikmati suasana di temani canda tawa memang tak terasa, sampai hampir lupa kalau masih ada keperluan lain. Dirasa cukup kami kembali ke jalan malioboro untuk mencari barang yang belum sempat terbeli.
setelah dari malioboro, kami sempatkan untuk mampir ke Ambarukmo Plasa sebelum mengantar Via dan Mbak dian pulang ke solo. Beristirahat ditemani minuman dingin sangatlah nyaman setelah seharian berjalan - jalan di cuaca yang cukup panas. tidak lupa ritual seperti biasa yaitu foto - foto dilakukan. saat mbak dian mau memoto kami, sepintas terpikir mengajak kancil untuk mencubit pipi via yang bisa di ilang sangat bulat. akhirnya di hitungan ke 3 saya dan kancil menarik pipi via dari ke 2 arah
jam menunjukkan jam 6 malam. saatnya kami mengantar via dan mbak dian ke stasiun lempuyangan. dan mengucapkan selamat jalan semoga bisa bertemu kembali :D
kami menuju mesjid bawah tanah terlebih dahulu dan melakukan ritual foto - foto.
sampai kita di pulo cemeti. tempat yang sejuk serta dapat beristirahat di sana, kami memutuskan untuk beristirahat lagi sembari menikmati suasana dan angin sejuk yang menghampiri. tidak lupa melakukan kewajiban seperti biasa yaitu foto - foto.
Menikmati suasana di temani canda tawa memang tak terasa, sampai hampir lupa kalau masih ada keperluan lain. Dirasa cukup kami kembali ke jalan malioboro untuk mencari barang yang belum sempat terbeli.
setelah dari malioboro, kami sempatkan untuk mampir ke Ambarukmo Plasa sebelum mengantar Via dan Mbak dian pulang ke solo. Beristirahat ditemani minuman dingin sangatlah nyaman setelah seharian berjalan - jalan di cuaca yang cukup panas. tidak lupa ritual seperti biasa yaitu foto - foto dilakukan. saat mbak dian mau memoto kami, sepintas terpikir mengajak kancil untuk mencubit pipi via yang bisa di ilang sangat bulat. akhirnya di hitungan ke 3 saya dan kancil menarik pipi via dari ke 2 arah
jam menunjukkan jam 6 malam. saatnya kami mengantar via dan mbak dian ke stasiun lempuyangan. dan mengucapkan selamat jalan semoga bisa bertemu kembali :D
























Tidak ada komentar:
Posting Komentar